29/03/2011

Waiting

Menunggu itu nggak pernah menyenangkan.

Karena apa? Karena selain memakan waktu, menunggu itu masih memiliki dua kemungkinan:
1. Kabar baik
2. Kabar buruk

Kalau kabar baik diterima oleh setiap orang yang menunggu, saya yakin gak bakalan ada kalimat "menunggu itu membosankan". Bayangkan seseorang baru pertama kali bikin kue, dia pasti setuju kalau menunggu kuenya selesai dipanggang itu membosankan dan mendebarkan karena dia belum tau kepastian hasil dari kue buatannya itu: enak apa nggak. Nah, sama seperti kasus yang lagi saya alami, menunggu acc dari dosen itu membosankan sekaligus bikin deg-degan. Skripsi udah selesai dari seminggu yang lalu tapi Si Dosen nggak pernah muncul di kampus karena jadwal padat dan minggu depan dia mau terbang ke Eropa. Oh pleaseee... sebelum ke Eropa atau kemanapun, Bu, tolong acc skripsi saya biar saya bisa pendadaran bulan April tahun ini. Kalau nggak, masa saya harus menunda wisuda saya (lagi)?

Akhirnya, sambil menunggu Si Dosen memberikan amanah, saya dan tiga teman iseng-iseng ke Haunted House Festival karena penasaran. Saya, Rini, Benita dan Udit. Bertiga kita masuk ke Rumah Hantu yang ada di daerah Babarsari itu. Tiket terusan 50.000 buat berempat. Mahal? Iya. Karena rumahnya kecil, dan saya jadi bulan-bulanan Rini karena dipeluk abis-abisan dari belakang. Dipeluknya bukan dipeluk mesra loh ya, ini dipeluk karna dia ketakutan. Udah gitu kayaknya ada konsep yang salah dari Haunted House Festival. Masa ada pocong di Rumah Hantu Jepang? Sampe sekarang saya masih heran, bahkan heran sama diri saya sendiri, kok mau sih bayar buat ditakut-takutin?

Kesalahan masuk Haunted House tadi adalah: masuknya pas hujan. Jadi becek dan basah dan dikaget-kagetin dan ditakut-takutin. Hiburan lah, gak papa.
Nah, ada yang mau ngajak saya memanfaatkan waktu senggang sampai skripsi saya di-acc sama Si Ibu Dosen? Monggo hubungi saya. Kalo ajakannya menarik dan saya available, saya bersedia kok! :D

No comments:

Post a Comment