Dalam sebuah hubungan antara dua manusia, kadang-kadang kita terlalu naif karena yakin kalau apa yang kita pilih menjadi satu-satunya karena menganggap pilihan tersebut adalah yang terbaik. Padahal, logikanya adalah, mana bisa kita tahu bahwa itu adalah pilihan yang terbaik kalau kita belum pernah mencoba opsi lain dalam pilihan-pilihan yang tersedia?
Bayangkan ada dua warung bakso, sama-sama menjual bakso komplit dengan pilihan ukuran bakso & bumbu yang hampir sama. Kedua warung tersebut menjual seporsi bakso mereka dengan harga yang sama, mangkok yang sama, tapi akan ada dua pelanggan berbeda yang akan mengunjungi warung-warung bakso tersebut secara rutin. Kenapa? Karena selera orang berbeda-beda, mereka akan menentukan mana yang lebih mereka sukai dan akan dengan rutin mengunjungi satu warung ketika mereka ingin makan bakso. Mengapa mereka bisa memilih satu warung tertentu? Karena mereka sudah mencoba bakso di kedua warung tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu warung yang menyajikan bakso dengan citarasa paling pas dengan selera mereka.
Logika di atas adalah untuk mereka yang belum memiliki pasangan. Masih sebatas pendekatan. Masih gebetan. Bagaimana dengan mereka yang sudah berpasangan?
Tentunya logika warung bakso ini juga berlaku bagi mereka yang sudah berpasangan. Bukan nggak mungkin, di saat kita menyukai bakso di satu warung tertentu, kita akan pindah ke warung bakso lain dengan menu yang sama namun citarasa yang lebih enak. Wajar kan? Kalau ada bakso yang lebih enak, kenapa nggak makan yang lebih enak?
Cinta itu juga begitu. Ketika ada yang sanggup memberikan cinta yang lebih besar dan lebih manis, kenapa ada manusia yang masih bertahan dengan cinta yang biasa-biasa saja? Ketika orang lain yang mampu membuat kita menjadi lebih bergairah, kenapa masih bertahan dengan yang datar-datar saja? Saya tidak menganjurkan untuk memiliki selingkuhan, saya nggak mengajarkan untuk punya dua pasangan sekaligus, saya hanya mau bilang bahwa memilih itu sudah merupakan sistem yang jadi satu dengan kehidupan manusia. Kenapa takut mengambil pilihan? Kenapa berlagak setia pada satu orang sampai mati? Saya yakin, Romeo dan Juliet bisa saja jatuh cinta ke orang lain jika mereka nggak terlalu cepat mengambil keputusan.
mending di bilang bego tapi berjuang buat setia ane mah :p
ReplyDelete