Sebagai contoh, menurut saya idealnya olahraga itu di sebuah pusat kebugaran, gym, atau arena kayak GBK. Padahal, olahraga di rumah juga bisa. Nonton video di YouTube tentang gimana olahraga yang baik dan benar, nggak harus bayar membership mahal atau menempuh jarak berkilometer buat cari keringet. Contoh lainnya adalah, dalam membuat podcast idealnya suara yang direkam harus jernih, tanpa noice atau suara bising yang mengganggu. Padahal, rekaman seadanya dengan menggunakan Zoom atau via telepon genggam juga bisa, yang penting adalah konsistensi dan konten yang menarik dan bikin orang pengen dengerin.
Kondisi yang nggak ideal sering bikin saya nggak bersemangat buat melakukan berbagai hal. Kalau saya bukan orang yang idealis, apakah artinya saya perfeksionis? Saya rasa enggak, deh.
Karena di beberapa kesempatan, saya sering berperilaku pasrah sama nasib. Contoh yang paling gampang pas saya lagi ujian, kalau udah nggak tau mau jawab apa biasanya saya ngelantur di lembar jawaban, nulis ngalor-ngidul, nggak panjang juga nggak apa-apa, lha wong saya emang nggak tau mau jawab apa. Belum lagi kalo ngerjain tugas kepepet deadline, sering kok saya ngerjain tugas kuliah (yang kebanyakan paper) dalam kondisi apa adanya. Udah kepepet, kondisi otak juga nggak mumpuni buat bikin tulisan ilmiah yang sharp, jadi ya ala kadarnya aja.
Lalu, apakah hal ini kemudian bikin saya termasuk ke dalam golongan orang-orang manja? Orang-orang yang kalau situasi dan kondisi nggak mumpuni malah jadi males-malesan, golongan yang kalo hidup nggak berjalan sesuai visi dan misi bakal jadi ngambek dan jalan di tempat, kelompok yang pengennya nyaman duluan baru mau kerja bukan kerja keras terus-terusan supaya bisa hidup nyaman. Berat sih buat mengakui kalo saya termasuk ke dalam jajaran orang-orang ini, tapi kayaknya deskripsi ini yang paling mendekati sama situasi yang sekarang lagi saya rasakan. Lantas, gimana bisa saya keluar dari kondisi ini? Belum nemu jawabannya sih.
Paling yang saya syukuri saat ini, saya udah sadar kalo saya nggak perlu menunggu kondisi ideal buat melakukan sesuatu. Saya nggak perlu nunggu kondisi yang mapan buat menghasilkan sebuah karya atau bikin breakthrough. Saya bisa memulainya dari tempat yang seadanya, tempat yang nggak kondusif tapi kemudian dari situ bisa membangun ekosistem yang mendukung saya buat berdiri dengan dua kaki secara mantap.
Doakan, semoga saya bisa berubah jadi orang yg lebih baik.
No comments:
Post a Comment