Nggak ada yang salah sama film yang bikin kita jadi galau, malah film itu bisa dibilang sukses karna nempel terus di pikiran si penonton. Kalo cuma nonton trus besoknya udah lupa sama ceritanya, berarti tuh film jeleknya keterlaluan. Atau emang si penonton yang nggak niat buat nonton, dalam hal ini para penonton yang niatnya buat mojok atau pacaran di bioskop.
Naah, disini nih saya mau nulis tentang film galau versi saya sendiri. Saya sih sampe mikir lamaaaa banget selama beberapa hari setelah nonton beberapa film tertentu, tapi lama-lama jadi biasa aja dan mikir: "ah, itu kan cuma film". Nggak bisa saya inget semuanya sih, tapi yang paling saya inget dan yang paling bikin saya galau adalah dua film berikut:
![]() |
| The Love of Siam |
Film yang satu ini sukses bikin saya mikir selama beberapa hari. Gara-garanya adalah dialog yang diucapkan Mew, yang diperankan oleh Witwisit Hiranyawongkul. Ada satu adegan dimana Mew dan Tong (diperankan oleh Mario Maurer) ngebahas tentang perasaan kesepian atau kesendirian. Dialog Mew pada saat itu, jika dibahainggriskan, kira-kira jadi begini:
Kalo mau lebay mungkin sound effect yang pas buat ngegambarin perasaan saya waktu itu adalah... JEDHIARR!! Saya sendiri nggak bakalan bisa menahan sedih kalo sampe saya kehilangan orang yang saya sayangi. No no no noooo. I can't even imagine. Maka dari itu dialog di atas berhasil jadi bahan pikiran saya pas bengong.If we can love someone so much, how we be able to handle it the one day when we're separated? And if being separated is a part of life, is it possible that we can love someone and never be afraid of losing them? Is it possible that we can live our entire life without loving anyone at all?
![]() | |
| 500 Days of Summer |
Tapi setelah selesai nonton film ini (yang sampe saya putar 2 kali berturut-turut saking antusiasnya), saya jadi kepikiran. Galau. You name it. Tema besar yang diangkat di film ini, menurut saya, adalah: apakah kita benar-benar bisa menemukan yang terbaik sebagai pasangan hidup di dunia ini? Apakah kita benar-benar telah mengambil keputusan terbaik di dalam hidup kita selama ini? Yang paling penting: apakah saya, Akbar Hakim Prabowo, tidak melewatkan kesempatan yang bisa menjadi peluang besar dalam kehidupan saya selama ini? Sekecil apapun, apakah saya memperhatikan detail hidup saya?
Pada dasarnya, saya suka nonton film, apapun genre-nya. Selama film itu dibuat dengan passion yang maksimal dan bukan horor selangkangan yang belakangan ini makin banyak di Indonesia. Nah, film-film kayak The Love of Siam dan 500 Days of Summer adalah film-film yang saya suka. Membekas. Mengangkat tema yang bikin saya mikir selama beberapa hari. Yaaa walaupun pada akhirnya saya sendiri yang kesusahan karna mood jadi sendu gara-gara terlalu mikirin cerita yang ada di film.
Pesan saya disini: tontonlah film yang bermutu, nisaya kualitas hidupmu akan meningkat. Ceileh.


No comments:
Post a Comment