13/04/2011

The Two-Faces


No, I'm not talking about that fiction figure from Batman, saya juga nggak ngomongin keanehan alam seperti manusia atau hewan yang bermuka dua. Saya cuma agak bingung sama definisi bermuka dua. Fenomena bermuka dua ini kebanyakan terjadi di dunia para remaja, biasanya ABG yang lagi asik-asiknya cari temen dan mengalami beberapa kali pergantian pertemanan. Biasanya sih cewek.

Menurut saya, definisi bermuka dua itu adalah dua sikap yang berbeda kepada satu orang dalam situasi yang berbeda. Ini definisi menurut saya loh ya. Nah, dengan definisi itu, saya berpendapat kalo semua orang dewasa di dunia ini pasti bermuka dua. Sebagai orang yang udah pernah 'nyemplung' di dunia kerja, saya pasti pernah punya rekan kerja yang menyebalkan, tapi demi menjaga kinerja yang baik saya pura-pura menyukai rekan kerja tersebut. Setelah kerjasama selesai (atau setelah nggak berhubungan langsung sama rekan kerja yang menyebalkan itu), saya akan kembali ke nilai awal yang saya punya terhadap rekan kerja yang bersangkutan: sebal.

Contoh lain yang bisa saya bagi adalah permasalahan saya sama atasan. Di dunia ini, menurut saya, 9 dari 10 atasan itu menyebalkan. Tapi yang namanya atasan (atau biasa disebut sebagai bos) punya kekuasaan yang bikin kita nggak bisa ngebantah. Kecuali kalo pengen dipecat. Nah, contoh paling nyata kalo saya bermuka dua adalah saat saya berhadapan sama atasan. Ketika meeting, saya bakalan jadi karyawan yang patuh. Walaupun pendapat saya sama atasan kadang kayak langit dan bumi. Tapi, ketika saya udah jauh dari kantor, atau pas saya udah nggak berhadapan langsung sama Si Bos, saya bakalan dengan lancar meluncurkan kalimat-kalimat protes yang nggak saya ucapkan di depannya. Muka dua? Yes I am.

Maka dari itu, kalau banyak orang yang setuju sama konsep bermuka dua yang saya punya ini, berarti banyak orang di luar sana yang punya dua sikap terhadap satu orang yang sama. Dengan kata lain, banyak sekali orang bermuka dua di dunia ini.

No comments:

Post a Comment