14/07/2011

Curhatan di Bulan Juli

Salam Cinta!

Hidup berjalan agak lambat beberapa hari belakangan ini, sejujurnya saya suka tapi terus merasa sia-sia karena saya banyak membuang waktu dengan bersantai. Nggak produktif. Saya banyak tidur, banyak makan, banyak melakukan hal-hal yang bersifat 'pengangguran' seperti marathon serial tivi di tengah malam, bangun siang minimal jam 11. Seperti spesies manusia yang nggak seharusnya ada di dunia lah.

Tapi, dua hari yang lalu saya ke Magelang untuk kondangan. Teman kerja saya dulu di UTY FM menikah pada hari Selasa, 12 Juli 2011. Berkat acara itu, reuni kecil-kecilan terjadi antara saya dan beberapa teman yang dulu sama-sama kerja di UTY FM. Menyenangkan, makan-makan dan banyak bercerita. Apalagi pertemuan kami di tanggal 11 Juli malam, bikin banyak cerita mengalir dan seru!

Nah, tanggal 11 Juli itu, sebelum saya ketemu sama temen-temen, saya secara nggak sengaja ketemu mantan. Yep! Disanalah dia, berjalan menuju parkiran dan bertemu saya yang lagi beli cemilan. Ternyata dia lagi kuliah S2, kabarnya mau exchange ke Jerman. Astaga, bahkan saya masih disini-sini aja. Belom lulus dan masih berada di zona nyaman yang sangat berat buat saya tinggalin.

Nggak bisa dibantah, saya iri sama orang yang punya kehidupan yang begitu cepat. Kehidupan cepat yang saya maksud di sini adalah ritme hidup yang dinamis. Yah, meskipun monoton, tapi ada tahapannya. Beberapa teman bertanya kepada saya, kenapa saya belom juga lulus? Saya membela diri dengan beberapa alasan yang salah satunya adalah: saya nggak bisa bersahabat dengan dosen pembimbing skripsi saya. Beberapa kali saya dibikin kecewa, dan yang terakhir adalah yang paling parah.

Meski saya hidup dengan sistem now-plan, bukan berarti rencana-rencana itu bisa berubah seenaknya. Saya berencana untuk pendadaran bulan April 2011 sehingga saya bisa wisuda bulan Mei 2011. Setelah lulus, saya mau konsentrasi untuk menyusun prmilihan Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2011. Tapi semua itu bubrah karena dosen saya menyuruh saya untuk merevisi skripsi saya yang sudah beliau acc. Tell me, how lucky I am? Skripsi yang udah di-acc kemudian harus direvisi lagi. Gagal sudah saya lulus bulan Mei dan saya sakit hati.

Oh well, saya nggak tau sampai kapan saya bakalan memelihara rasa malas ini. Saya masih mengumpulkan mood untuk kembali mengerjakan skripsi. Mood yang saya nggak tau kapan bakalan terkumpul cukup banyak untuk membuat saya kembali merampungkan tugas akhir maha penting itu.

No comments:

Post a Comment