23/08/2012

August Post


Well, setelah diliat-liat, blog ini (at least) punya satu postingan di tiap bulannya. I'm pretty sure it's not going to increase, tapi saya harap bakal ada lah (at least) saru tulisan di tiap bulannya.

Life's been sooooo boring lately. Kegiatan cuma itu-itu aja. Introducing: Akbar Hakim, 24 tahun, part-timer di sebuah radio swasta di Jogja. Bukannya saya nggak bersyukur (karena masih punya pekerjaan), tapi apa iya umur segini cuma mau jadi part-timer aja? I don't know if I've said this or not, temen saya yang akhirnya bikin saya 'sadar' kalo kita nggak bakalan berhenti menua kecuali kalo kita mati. Masalahnya adalah, saya nggak pengen mati sebagai part-timer. Orangtua saya juga udah sering ngasih pengertian, umur juga jadi salah satu pertimbangan orang cari kerja. Semakin tua, semakin nggak laku. Kayaknya cari kerja sama cari jodoh itu punya kemiripan.

Akhirnya daftar deh saya ke Kemlu. You know, being a PNS itu adalah salah satu hal yang nggak pernah terbayangkan oleh saya sama sekali. Dulu saya dengan arogannya bilang bahwa saya mau kerja apa aja asal bukan jadi PNS. It was me, years ago. Sekarang, di tengah lowongan pekerjaan yang semakin sedikit dan di tengah lowongan pekerjaan untuk lulusan jurusan ilmu hubungan internasional yang jumlahnya lebih sedikit, saya memutuskan untuk menjajal peruntungan dan mempertaruhkan nasib saya di Kemlu.

Lulusan hubungan internasional? Ya kerjanya jadi diplomat. Itu kata beberapa orang yang saya kenal.

Saya (pada waktu itu) bilang bahwa lulusan ilmu hubungan internasional juga bisa kerja di bidang lain, banyak lowongannya kok! (harap dicatat, saya masih terlalu bangga sama diri saya sendiri & belum melek dunia secara penuh)

Kenyataannya? Dikiiiiiiiiit banget lowongan yang nggak menspesifikkan jurusan pendidikan calon pelamar. Well, setidaknya lowongan yang saya pengen nggam pernah menyebutkan "Lulusan S1 Ilmu Hubungan Internasional" dalam daftar kualifikasi. Sampai akhirnya, saya memutuskan buat kembali ke arah yang tepat: kuliah ilmu hubungan internasional, ya kerjanya jadi diplomat.

I wish for the best luck, karena suatu saat nanti, pas tes tertulis, saya bakal blank karena udah lupa sama sekali dengan pelajaran yang pernah saya dapat di bangku kuliah. Dan saya nggak punya catatan yang komplit buat mengembalikan semua ingatan itu.

*finger crossed*

No comments:

Post a Comment