26/11/2013

Crush O'Meter

Currently listening to:


So, basically, manusia punya tahapan saat mereka akhirnya bisa bilang kalau mereka jatuh cinta. Tahapan yang dilalui nggak sebentar, tapi nggak juga rumit. Well, kadang rumit sih, tapi bagi saya jatuh cinta itu gampang. Cerita cintanya yang kadang suka rumit. Ya bertepuk sebelah tangan lah, ya jatuh cinta ke orang yang salah lah, ya jatuh cinta ke dua orang sekaligus lah. Macem-macem.

Pembahasan kali ini nggak ada hubungannya sama galau, nggak ada hubungannya sama kesedihan. You're in the wrong place if you're looking for something to tear you up. Sekarang, mari saya jabarkan beberapa tahap orang jatuh cinta.


1. Excited kalau ada di dekat orang-orang tertentu.
Well, kalau ini sih bisa juga terjadi kalau kamu punya teman yang sangat menyenangkan. Bakal seneng banget kan kalo deket-deket orang favorit kita? Tapi bakal jadi beda ketika kita merasa seneng ketika ada di dekat orang yang baru-baru ini dikenal. Bayangkan kamu kenal sama Wiwik, seseorang yang atraktif dan menyenangkan diajak ngobrol, begitu dia dateng seakan-akan dia light up the room dan bikin suasana jadi berkali lipat lebih menyenangkan.
Fase ini bisa dibilang kamu masih jatuh cinta biasa-biasa aja, belum yang tergila-gila, setengah nyaman, tapi masih mau eksplor lebih lanjut soal apa yang bisa terjadi kalau kamu lebih deket sama Wiwik. Mungkin bisa jadi pacaran, tapi bisa jadi teman baik. Keputusan terakhir ada di tanganmu.

2. Menunggu-nunggu dia datang.
Nah, fase ini satu angka di atas poin nomer 1, dimana kamu bakal menunggu saat bertemu dengan orang tertentu. Well, sebut aja Wiwik. Secara nggak sadar kamu selalu ingat hari tertentu dan ingat tanggal tertentu karena di waktu itu kamu - bisa dipastikan - bakal ketemu sama Wiwik. Makanya kamu excited dan menunggu-nunggu datangnya waktu itu.
Fase ini bisa dengan mudah jadi fase yang lebi serius: janjian buat ketemuan di luar jadwal rutin (contoh: makan malem bareng padahal biasanya cuma ketemu di sekolah). Di fase ini kamu udah jatuh cinta dan penasaran, karena itu kamu mencari cara bagaimana supaya bisa punya waktu lebih dengan Wiwik di luar waktu reguler yang udah pasti ada.


3. Secretly staring at him/her.
Nah, kalau yang ini udah jelas-jelas jatuh cinta. Secara diam-diam memperhatikan sesuatu/seseorang itu tandanya kamu punya ketertarikan, nah kalau dilakukan terus menerus bisa dibilang itulah cinta. Kamu dapet kepuasan dengan cuma memandang seseorang tertentu, kamu dapet kelegaan ketika bisa melihat sosok yang kamu cari, dan kamu punya kebutuhan untuk melihat dia at least sekali dalam sehari.

4. Text, call, text, call, post!
Fase lebih akutnya adalah intensitas SMS dan telpon yang meningkat. Kalau biasanya kamu cuma sekali-dua kali menyapa dia lewat telpon dalam seminggu, sekarang tiap hari pasti ada yang mau diobrolin. SMS/chat jadi lebih sering, entah mau ngasih tau sesuatu yang emang bener-bener penting, atau cuma sekedar ngajak ngobrol. Topik bahasannya bisa apa aja, tergantung inspirasi pada saat itu, kalaupun lagi nggak punya bahan obrolan, kamu pasti bakal nyari topik obrolan yang bahkan nggak penting sama sekali. Wajar, namanya juga jatuh cinta.

Apa lagi ya fase jatuh cinta yang bisa diikutsertakan dalam tulisan ini? Kalau stalking social media gebetan sih udah masuk ke fase 'jatuh cinta tapi ditolak' sih, jadi mari singkirkan itu karena ini cuma postingan yang ngebahas fase-fase jatuh cinta.

Sekarang? Saya barusan putus cinta, nggak punya alasan yang kuat buat haha-hihi seneng karena ketemu orang baru yang bikin saya jatuh hati, tapi bukan berarti saya punya alasan buat sedih-sedihan nggak karuan sampai merugikan diri sendiri. Karena kita berhak menentukan apa kita mau bahagia atau enggak. :)

No comments:

Post a Comment