So, here it is. I'm currently listening to:

Saya bikin tulisan ini setelah dengerin salah satu track di dalam Britney Jean: Don't Cry. Walau albumnya belum rilis, tapi udah bisa dengerin di iTunes secara live stream. Fancy!
Walaupun banyak yang bilang kalau Don't Cry adalah lagu yang lebih dalam dari sekedar lagu putus cinta, saya lebih pengen kalau Don't Cry diterjemahkan sebagai lagu putus cinta. Lagu perpisahan antara dua orang kekasih yang udah gak tau mau kemana lagi, nggak ketemu lagi perasaannya. Saya, sekarang ini, lagi merasakan hal yang sama. Putus.
Mau nggak mau harus pisah. Mau nggak mau harus selesai.
The art of letting go: nggak mengeluarkan air mata sedikitpun ketika berpisah, bisa menerima keadaan kalau kondisi sudah berbeda tanpa ada rasa sesal. Dan, yang paling susah menurut saya adalah, sadar kalau dia bukan milik kita lagi dan dia bisa dengan bebas menjalin hubungan baru dengan orang lain, dan merelakan itu terjadi.
Oh, betapa susahnya. Rasa-rasa bumi ini punya daya gravitasi lebih kuat seribu kali lipat, dan kita - atau lebih tepatnya saya - nggak cuma ada di permukaan tanah, tapi tersedot ke inti bumi.
Cara untuk mengatasinya? Cuma yang udah bener-bener move on yang tau, dan caranya adalah dengan menunggu. Waktu memang akan menyembuhkan, tapi nggak secepat itu. Kayak orang jatuh cinta yang berproses, move on juga butuh waktu.
No comments:
Post a Comment