07/11/2014

A Small Family Tree

Currently jamming into:
Kalau ngomongin soal kakak-adik, saya punya banyak cerita. Cerita pas saya dan kakak saya berantem, ketawa bareng, sampe a breakdown yang bikin hubungan kami sempat renggang (walau pada akhirnya kami kembali menjadi kakak-adik yang lebih dewasa).
Saya lahir sebagai anak kedua dari dua bersaudara, sebagai anak bungsu saya tidak terlalu dimanja oleh kedua orangtua saya, itu terjadi karena kakak saya adalah seorang perempuan. Pas saya dan kakak saya rebutan (untuk hal yang sepele sekalipun), saya sering diminta Ibu untuk mengalah dengan kalimat: "mengalah lah sama kakaknya yang perempuan, laki-laki harus berjiwa lebih besar." Kemudian saya mengalah. Lucunya kalau dipikir-pikir, cuma kepada kakak saya-lah saya bisa mencapai emosi tertinggi dan terendah dalam hidup saya. Pernah saya marah sampai buta dan mengacak-acak seisi kamar kakak saya, pernah juga saya rindu dan sedih ketika dia pertama kali meninggalkan Jogja buat bekerja di Jakarta. Saat terakhir itu, rumah kayak tempat yang beda karena nggak ada kakak saya. Nggak ada yang diajak berantem.
Sekarang kakak saya sudah jadi ibu, punya dua anak yang menakjubkan! Meninggalkan karirnya untuk membesarkan anak-anak yang salah satunya sudah masuk bangku sekolah. Meski masih jadi kakak yang bawel, meski masih jadi kakak yang kadang sok tau dan menyebalkan, dia adalah kakak yang bikin saya punya panutan dalam hidup. Jadi sepintar kakak saya nggak mudah, nyatanya saya nggak berhasil lulus cumlaude (apalagi dua kali), mengambil keputusan besar seperti menikah dan membesarkan dua anak, serta hal-hal lain yang saya nggak bisa tandingi. Semoga kakak saya selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan.

No comments:

Post a Comment