06/11/2014

Good Old Time


I didn't have a fancy childhood, saya tidak lahir di keluarga yang kaya raya, tidak pula lahir di tengah keluarga miskin dan serba kekurangan. Saya lahir di sebuah keluarga normal di jantung kota Jakarta, dibesarkan oleh orangtua yang berusaha setengah mati untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya: kasih sayang dan sedikit nikmat materi. Makanya, ketika saya belum menginjakkan kaki di bangku sekolah, sekali kami pernah berkunjung ke Yogyakarta sebagai turis. Menginap di losmen kecil di sebuah gang di kawasan Malioboro, jalan-jalan ke Borobudur untuk pertama kalinya. Semua pengalaman itu masih saya ingat meski samar. Saya ingat pantat saya kepanasan saat duduk di arca untuk diambil fotonya oleh ayah saya, dan saya ingat betapa menyesalnya saya ketika kakak saya berhasil mendapatkan foto yang lebih baik daripada saya sendiri.

Sekarang, setelah menjadi warga Yogyakarta, setelah semua objek wisata di Yogyakarta sudah saya jelajahi, saya belum punya kesempatan untuk merekam memori baru dengan seluruh anggota keluarga. Terakhir kali kami bepergian untuk piknik sudah bertahun-tahun lamanya, entah kapan saya lupa. Sekarang kakak saya sudah membentuk keluarga kecil sendiri, makin susah untuk bisa bersama-sama menjelajah tempat baru. Saya juga lebih memilik berwisata dengan teman-teman saya. Namun, meskipun banyak perjalanan menarik yang telah saya lalui, perjalanan sekeluarga ke Yogyakarta untuk pertama kalinya tidak akan pernah saya lupakan.

No comments:

Post a Comment