03/04/2015

Jakartan

It's official, saya udah jadi orang Jakarta per-Maret 2015. Pindah rumah nggak pernah mudah, or at least dulu terasa lebih mudah karena saya masih kelas 3 SD, sekarang pun masih (agak) terasa mudah, karena saya membiarkan orangtua saya yang mengurus semuanya. Dulu saya pikir saya nggak seharusnya pindah dari Depok ke Jogja, sekarang saya sedih habis-habisan pas udah tau bahwa nggak ada lagi tujuan saya buat ke Jogja.

Rumah sudah terjual.

Nggak ada saudara di Jogja.

Cuma bisa ke sana pas waktu luang, dengan kata lain pas liburan.

Tadinya saya pikir, ah cuma pindahan gitu doang, saya juga bisa ke Jogja suatu waktu, saya juga bisa mampir main kalo saya mau. Semua itu mampir ke pikiran saya tanpa sadar, kalau saya udah menghabiskan lebih dari separuh hidup saya di Kota Pelajar itu. Bahkan, kalo ditanya dari mana asal saya, Jogja adalah jawaban yang lebih masuk akal, karena saya lebih tahu seluk beluk Jogja dari pada kota lain di Indonesia.

Kemudian ada masa penyesuaian lagi.

Satu bulan di kota besar ini belum bisa bikin saya terbiasa. Mungkin butuh setahun atau lebih. Keramaiannya, tempo kehidupannya, orang-orang di sekeliling saya.
But then there's this quote:
From The One and Only, Queen B!
The feeling is overwhelming, sama persis kayak kamu masuk ke sekolah baru di pertengahan semester, semua kayaknya udah berhasil berdamai sama situasi sekitar tapi kamu sendirian harus kejar-kejaran biar nggak ketinggalan, terus mati tanpa ada yang tahu.

No comments:

Post a Comment