Kamu nggak bisa bikin semua orang suka sama kamu, sama seperti kamu nggak bisa 'klik' sama semua orang. Kata orangtua dan guru-guru pas jaman saya SD, berteman itu nggak boleh pilih-pilih, tapi seiring dengan berjalannya waktu, dan seiring dengan jaman yang semakin gila, berteman itu harus selektif.
Apalagi memilih pasangan.
Percaya deh, tiap orang pasti punya satu orang yang bikin 'head over heels', atau bikin kamu desperately in love. Beruntung kalau kemudian orang itu juga punya perasaan yang sama kayak kamu, nah kalo kenyataannya malah sebaliknya?
I'm not here to explain anything. I'm here to pour my heart out. Speak my mind.
Di dunia ini, ada juga orang-orang yang bikin kita banyak berdoa, apalagi pas melihat muka mereka (dimanapun). Berdoa supaya orang yang bersangkutan bisa kita miliki. Saya juga manusia biasa yang punya kisah yang banyak dialami orang dewasa di dunia ini: jatuh hati dengan orang-orang yang hanya bisa dilihat dari kejauhan, atau cuma bisa 'ngintilin' dari akun-akun sosial media mereka.
I am pathetic. I'm a loser.
Kalau mau berhitung, jumlah orang yang saya coba dekati namun ternyata mereka menjauhi saya ada sekitar... 5. Mungkin lebih. Tergantung itu dihitung dari kapan sih, kalo dari SMP ya lebih dari 5. Bilang saya kurang bersyukur, tapi satu hal yang saya percaya adalah: manusia yang paling menderita adalah mereka yang tahu apa yang mereka inginkan namun tidak bisa mendapatkan keinginan mereka.
Nggak terkecuali soal cinta atau rasa suka.
Ketika pada akhirnya saya mendapatkan penolakan, biasanya saya bakal Nggak terkecuali soal cinta atau rasa suka.
Mungkin saya kena batunya.
A paper is just a paper until you write something on it.
Udahlah, pacaran sama orang yang tingkat keindahannya setinggi langit itu cuma angan-angan aja buat saya. Pacaran sama orang yang bikin saya kemimpi-mimpi kayaknya bakal cuma mentok di mimpi aja buat saya.
Mending aktualisasi diri.

No comments:
Post a Comment