It's not easy to fit in, sama sekali nggak. Apalagi kamu ada di lingkungan yang sama sekali baru, dengan orang-orang yang sama sekali nggak pernah kamu temui. Kamu harus ikutin peraturan yang udah berjalan, melakukan adaptasi dengan banyak hal, kadang menyingkirkan identitasmu yang sebenarnya terlebih dulu. Semua cuma buat satu hal yang bisa bikin manusia betahan hidup: sosialisasi dengan lingkungan barumu.
Dulu, saat saya masih SMP, ketika guru bertanya sifat-sifat positif yang saya miliki, saya dengan entengnya menjawab: supel. Dulu, saya kira saya mudah berteman dengan siapa saja. Saya pikir saya bisa dengan mudah akrab dengan orang yang baru saya kenal. Kenyataannya, saya baru sadar kalau saya nggak se-supel itu. Saya baru sadar kalau saya sering cuek sama keadaan sekitar, saya bakal memilih buat diam ketika sedang berada di lingkungan yang baru, dan menghindari percakapan yang tidak diperlukan.
Semakin dewasa, saya semakin sadar kalau semua deskripsi tentang Leo, ada benarnya. Atau, saya membenarkannya. Saya suka perhatian, saya suka menjadi pusat perhatian. Saya suka jadi sukses, saya suka kalau saya bisa jadi topik pembicaraan ketika saya berhasil melakukan suatu hal dengan baik. Saya suka mendapatkan apresiasi. I like the world to revolve around me. But I don't lead, saya nggak suka diberi tanggung jawab besar, saya pemalas. Di sisi ini, saya bukan seorang Leo sejati.
Segala hal tentang ramalan bintang itu sampah.
Yeah right.
Untungnya, manusia diberi kemampuan buat beradaptasi yang luar biasa hebat, sehingga saya bisa mengalihkan semua ego untuk nggak nekad beli tiket balik ke Yogyakarta dan kembali ke kandang zona nyaman saya. Hidup itu soal pilihan, dan tinggal di Jakarta, kerja di Jakarta, dan meninggalkan segala kenyamanan di belakang adalah pilihan saya.
Kalimat terakhir dalam paragraf di atas terinspirasi dari film Surga yang Tak Dirindukan.
Anyway, akhirnya (hampir) semua obstacle udah tertangani. Akhirnya saya bisa berangkat kerja tanpa keluhan, akhirnya saya bisa berdamai sama perasaan diri sendiri dan menikmati apa yang saya lakukan. Nggak mudah, memang, tapi bukan berarti nggak bisa. In the end, life is simple, it's just not easy.

No comments:
Post a Comment