Bahasa Indonesia-nya: kenapa ada orang yang ingin pacaran?
Sebelum menilai, ada baiknya kamu tau kalau tulisan ini dibuat setelah berkali-kali melakukan pertimbangan, dan di bawah pengaruh beberapa kali kegagalan dalam hubungan. Dramatis, ya? Biarin.
Doing things together, going places foreign, experiencing new things, sharing feelings. Sounds overwhelming. Texting each other every single thing you do, telling him/her your thoughts, sharing your feelings. Sounds weak.
Belum lagi kalau 24/7 selalu sama-sama, apa yang kamu lakukan, ya, dia juga melakukannya. I mean, don't we have our own life? Kenapa merelakan hidup kamu untuk bersama orang lain, yang belum tentu bakal ada di sisi kamu selama-lamanya? Kalau saya, selama saya bisa melakukannya sendiri. Selama saya bisa memutuskan sendiri, kenapa harus meminta pertimbangan orang lain?Pacaran juga bikin orang gamang. Nggak bisa bikin keputusan sendiri.Saya punya teman, dia pernah sangat terikat sama pacarnya. I mean, saking terikatnya dia sama pacar, apa-apa pasti didiskusikan sama pacarnya terlebih dulu. Bahkan buat hal pribadi yang sifatnya cuma bisa dia nikmati sendiri: pakaian. Dia beli baju yang bakal dia pakai sendiri, tapi harus dengan persetujuan pacarnya. Kan yang pakai baju ya temen saya itu, ngapain pacarnya ikut campur?Belum lagi, kalau ada ABG yang pacarnya berlebihan. Di Jakarta, mau jalan-jalan di mall kelas atas sampai taman remang-remang, pasti ada aja yang pacaran. Saking nggak bisanya sewa kamar, mereka tebar kemesraan di tempat umum. Pernah ya saya lagi di bioskop, nonton Deadpool, terus sebelah saya ciuman aja gitu. Sebelah persis. Deadpool juga bukan film cinta-cintaan, walaupun ada love story-nya. 
No comments:
Post a Comment