Five months ago, the amazing Ms. Bareilles released a very touchy video about missing her old self. Video di atas saya tonton lagi, setelah saya merenung tentang sejauh mana perjalanan hidup saya, dan apa saja yang berubah di hidup saya. Apa saja yang berubah dari diri saya sendiri.
Ternyata banyak.
Ternyata kata-kata 'people change' itu benar adanya. Kamu nggak mungkin selamanya stuck dalam satu kondisi, yang bikin kamu orang yang sama dari tahun ke tahun sampai akhirnya kamu jadi dewasa. Saya sendiri, mengalami banyak perubahan sejak saya kecil sampai sekarang. Taruhlah hobi. Ketika saya masih duduk di kursi SD, saya suka banget yang namanya menggambar. Saya ikut beberapa lomba lukis, meski piala yang saya kumpulin bisa dihitung dengan jari. Saya punya banyak crayon, beberapa alat lukis anak-anak lain, dan ratusan kertas yang saya buang cuma buat iseng menggambar. Lalu, hobi ini menguap, bahkan saya sampai lupa kalau saya pernah punya bakat melukis.
Hobi lain yang juga hilang, adalah membaca komik. Saya pernah jadi pelanggan Animonster, tiap bulan ibu saya 'terpaksa' beliin majalah mahal itu cuma buat saya lihat gambar-gambarnya, dan saya baca bagian yang menarik saja. Sisanya, jadi inspirasi buat menggambar, atau referensi komik dan anime seru yang bisa diikuti. Sampai akhirnya hobi ini berhenti saat saya masuk SMA. Saat saya lebih peduli sama musik, dan menganggap komik Jepang serta anime yang saya gilai sudah nggak suitable sama umur saya waktu itu. Belakangan, saya baru tahu kalau Animonster berhenti terbit sejak tahun 2014.
Ngomong-ngomong soal musik, saya tertarik buat nge-band pas pertengahan masa SMA. Band alim dengan aliran pop dan kiblat musik ke grup band Padi. Disebut band alim, karena kami pernah solat berjamaah di dalam studio, di tengah-tengah latihan. Manggung sekenanya, jarang menang lomba, pernah rekaman yang biayanya lumayan mahal, tapi sadar nggak sadar skill masing-masing personel makin berkembang walaupun nggak berbanding lurus dengan kesuksesan pas ikut festival. Bisa dibilang, kami nge-band cuma buat hura-hura.

Sekarang, semua fase itu udah lewat. Saya jadi lebih suka punya waktu sendiri untuk bermalas-malasan, walaupun kalau diajak jalan juga jarang menolak (tergantung siapa yang ngajakin :p). Terus, jadi kangen sama hal-hal yang sempet bikin saya identik. Beberapa waktu yang lalu, kangen menggambar, terus saya coba buat menggambar lagi, dan hasilnya jelek banget. Udah tumpul. Terus, saya yang dulunya penyanyi-kamar-mandi-diangkat-derajatnya-jadi-vokalis-band ini mencoba buat nyanyi-nyanyi pas nyetir, suaranya sember. Bukan berarti dulu suara saya bagus ya, tapi dulu lebih enak didengar dan bisa nyanyiin 'Bayangkanlah' dari Padi dengan baik.
So, people are really change, untuk jadi lebih baik atau sebaliknya. Dulu, yang dianggap sangat penting sampai dibelain mati-matian, bisa jadi sekarang jadi kembalian receh yang kadang nggak dibalikin pun nggak apa-apa.
Mungkin, dan ini bukannya drama atau ujung-ujungnya jadi cecintaan, fase juga lah yang bikin orang bisa 'berlalu' dari satu ke yang lain. Bisa jadi perasaannya sudah kadaluarsa, bisa jadi sudah nggak ada yang menarik lagi yang menjadi pertimbangan buat bertahan.
Jangan sedih kalau ada orang yang pernah dekat denganmu kemudian perlahan menjauh, udah hukumnya begitu.
No comments:
Post a Comment