The album everybody's been waiting for, especially for the Britney Army. After that
Britney's 'Glory' dirilis di pertengahan 2016, meski nggak begitu kuat di penjualan, hal itu nggak bikin album ini lemah dalam segi materi. My personal favorite track from 'Glory' would be 'What You Need' and 'Make Me'. Kedua lagu ini bisa dibilang lain daripada lagu-lagu Britney yang udah pernah ada, belum lagi di 'What You Need', Britney seakan-akan udah memahami suaranya sendiri (yang banyak diremehin orang), dan memperlakukan suaranya sebagai identitasnya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di dunia musik internasional.
Kalau boleh dibilang, Glory bisa jadi 'permohonan maaf' Britney kepada para penggemar, mengingat album sebelumnya bisa dibilang generic dan (sorry Will-I-Am) payah. Album diawali dengan 'Invitation' yang seakan-akan set up the mood for the rest of the album, seductive dan nggak kayak album Britney sebelumnya. Saya sendiri udah yakin, setelah management Britney merilis beberapa lagu secara bergantian sebelum albumnya dirilis, bahwa album ini bakal jadi another masterpiece setelah 'Blackout'. Bahwa album ini bakal berisi lagu-lagu yang nggak bikin saya bosen buat mendengarkannya berkali-kali.
'Make Me' adalah lagu mid-tempo yang nggak biasa buat Britney, karena lagu ini jadi lead single dan ngajak kolaborasi rapper kulit putih G-Eazy yang nggak familiar di kuping saya. Ternyata, hasilnya bagus dan bikin saya terobsesi, meskipun ada insiden video yang udah syuting tapi batal tayang, tapi termaafkan karena kemudian ada video seksi dari Britney dan Tinashe buat lagu 'Slumber Party'. Lagu ini, 'Slumber Party', juga merupakan lagu yang Britney suka tapi saya nggak begitu sreg sama musiknya. Lagu ini, ngingetin saya sama lagunya Britney yang berjudul 'The Hook Up' dari album 'In The Zone'. Sexy, catchy, but not my kind of music.
Lanjut lagi soal lagu-lagu yang ada di 'Glory', selain 'What You Need' saya pikir 'Private Show' juga harusnya dapat treatment macam 'Slumber Party'. You know, video klip yang dibikin sepenuh hati, promo dan live performance, tentunya. Tapi kayaknya udah kebiasaan management dari Britney, kalau album nggak nempatin posisi 1, cuma ada 2 single yang keluar dari album itu. 'Blackout' cukup beruntung punya 3 single meskipun 'Break The Ice' cuma dibikinin animated video yang boring dan terkesan malas. Mungkin karena 'Blackout' jadi album monumental dan masuk ke The Rock And Roll Hall Of Fame, tapi kan albumnya rilis 2007 dan masuk Hall Of Fame tahun 2012.
Anyway, beberapa track lain di 'Glory' merupakan penyempurna. 'Clumsy' dan 'Do You Want To Come Over' adalah pop gems yang bisa jadi soundtrack kalau-kalau kamu mau kasih kode buat si dia yang bikin kamu bergairah, Lagu-lagu 'centil' kayak gini emang udah jadi ciri khas Britney, karena di beberapa album sebelumnya juga dia bisa dengan sangat baik membawakan lagu macam begini. Saya ngebayangin dia beraksi di video dengan lincah kayak 'Womanizer' atau 'Toxic' buat dua lagu ini.
Agak telat sih, memang, bikin ulasan soal album yang udah rilis dari tahun 2016. Tapi, sementara Britney belom bikin album baru lagi, kayaknya tulisan ini masih bakal relevan. Terakhir, berikut adalah dua video dari album 'Glory':

No comments:
Post a Comment