People fall in love in different ways, some of them at the first sight, some took a while before they finally recognize that they're in love. Some are fast, some lasts longer than Kim Kardashian's marriage with Kris Humphries.
Beberapa orang beruntung jatuh cinta dengan orang yang tepat.
Saya, secara pribadi pernah jatuh cinta. Beberapa kali. Di antaranya ada yang tepat, tapi ada pula jatuh cinta yang akhirnya hanya lewat. Semesta tahu bagaimana caranya mengatur hidup supaya manusia yang hidup di dalamnya bersyukur, kadang bertanya-tanya apa maksud dari semua yang mereka alami. Protes, karena terkadang semesta begitu keji. Marah, karena beberapa kali semesta seakan-akan menganggap manusia sebagai mainan atau objek percobaan.
Apakah manusia bisa tahan, atau manusia bisa lewat.
Di era digital yang segala sesuatu serba mudah ini, jadi cinta juga bisa dicari dengan sentuhan jari. Tidak heran, jika ada beberapa manusia punya benih cinta dengan beberapa orang sekaligus, tidak heran juga ketika ada manusia yang dengan gampangnya bisa menemukan cinta yang lain setelah cinta yang sebelumnya kandas, atau ditinggalkan begitu saja karena merasa tak ada masa depan yang dicapai, atau tidak ada mimpi yang bisa diraih dari cinta itu.
Tekankan pada kalimat terakhir dalam paragraf di atas.
Saya percaya, everything in this world happens for a reason, dan pasti ada alasan baik meski yang terjadi adalah hal yang buruk. Seperti kau merasakan perasaan yang kuat dengan seseorang, dan kau juga yakin bahwa orang itu juga memiliki perasaan yang sama seperti kau, tapi ternyata semesta punya selera humor yang tinggi sehingga dengan cara yang lucu yang membuat kalian somehow tidak jadi satu.
Lalu orang itu menjalin cinta dengan orang lain yang kau ketahui.
Awalnya mencari tahu mengapa kau tidak bisa jadi dengannya, kemudian menemukan beberapa hal yang bisa jadi alasan mengapa kau tidak jadi dengannya, lalu membangun pembelaan supaya kesalahan tidak ada pada kau melainkan padanya. Lalu menertawakan diri sendiri dengan pahit, merasa kasihan pada diri sendiri, lalu jengkel setengah mati mengapa dia akhirnya jadi dengan orang yang kau anggap tidak ada apa-apanya dari kau yang jauh lebih masuk akal untuknya,
Mau jungkir balik memenangkan pertandingan juga percuma, babak yang kau lalui sudah terlalu jauh, dia sepertinya sudah bahagia. Kau pun berdalih bahwa kau pun bahagia dengan keadaanmu sekarang, meski yang kau punya bukanlah apa yang kau mau.
Sudahlah.

No comments:
Post a Comment