Mari kita merujuk pada kamus junjungan saya, Urban Dictionary, dalam mencari arti dari istilah hopeless romantic yang masih bikin banyak orang salah kaprah ini.
Jadi, hopeless romantic itu bukannya kebelet pengen pacaran, atau kepengen punya pasangan sampai-sampai cari sana-sini dan akhirnya bakal pacaran sama siapa aja yang mau. Hopeless romantic itu lebih ke idealisme seseorang dalam mencari pasangan hidup. Pengen punya pacar yang bisa mencintai seseorang seperti kita mencintainya dengan sepenuh hati. Jadi, hopeless romantic adalah soal idealisme, yang kadang juga bisa berujung pada sikap picky atau pemilih dalam berpasangan. Karena, ketika ada yang tidak masuk ke dalam standarnya, seorang hopeless romantic akan merasa tidak puas dan berusaha mencari seseorang yang lebih lengkap.Hopeless Romantics are NOT Hopeless per-say, but very true, caring, and loving people. They are "NOT MADE FOR TODAYS STANDARDS", sadly. They believe in passion, chivalry, and true love. They have loved sincerely at one point in their life, discovered what love feels like, and can't understand why it was not returned in the same form. Hopeless Romantics are usually dreamers, idealists, and sincere, however what they expect in any relationship is a full return for their effort and caring, to be loved as much as they loved. What makes them "Hopeless" is the fact that they are few and far between in todays daily life, and usually get let down in the long run, even though they gave all they had to give, money, love, time, housing, belongings. Hopeless Romantics give 100% ALL the time, and hope for the same in return.
Pertanyaannya adalah, emang udah sejarang itu ya orang yang mencintai dengan sepenuh hati, sehingga orang-orang ini cuma tinggal segelintir dan susah ditemukan? Apa iya manusia jaman sekarang udah menganut paham love yourself yang begitu dalam, sehingga memahami dan mencintai diri sendiri nilainya jauh di atas memahami dan mencintai orang lain dengan sepenuh hati?
Meski saya bukan seorang hopeless romantic tapi saya yakin kalau romance is not dead yet. Hanya saja, bentuknya berubah. Berbeda-beda.
Lagipula, the world is not ideal for some people, jadi mendingan membiasakan diri dengan kompromi sedikit soal standar ideal menurut kamu. Layaknya jika udara terasa panas, maka yang kamu lakukan adalah sedia pendingin udara atau kipas angin. Ini juga mengajarkan kita untuk menerima imperfection, supaya nggak jadi orang yang nggak tau bagaimana caranya bersyukur. Supaya kita tahu bagaimana beruntungnya kita, memiliki orang untuk disayangi. Humans aren't perfect anyway.

No comments:
Post a Comment