07/05/2020

31 Hari Menulis: Hari Raya Beda Suasana

Selamat hari Waisak 2020! Here's a little throwback pic of me and my friends during Vesak day 2012 in Borobudur.

Karena virus corona, sadar atau nggak sadar kita melewati setidaknya empat hari raya keagamaan dalam kondisi yang berbeda. Mulai dari Nyepi di bulan Maret, Paskah di bulan April, kemudian Waisak dan Idul Fitri di bulan Mei. Situasi yang nggak biasa, dan situasi sekarang ini nggak bisa kita hindari. Mau nggak mau merayakan hari raya dengan kondisi yang seadanya, tidak ada perkumpulan dengan banyak orang, bahkan mungkin merelakan beberapa tradisi di hari raya kali ini. Meski demikian, semoga kondisi saat ini nggak mengurangi makna yang bisa kita ambil.

Saya merayakan Idul Fitri, belum yakin juga bakal pulang ke rumah orangtua atau enggak. Deket, sih, tapi kondisi saya yang masih kerja di lapangan dan ketidakpastian soal cara penularan virus, bikin saya mikir berjuta-juta kali buat ketemu sama keluarga. Pemerintah mengeluarkan larangan mudik, ya tapi saya mudiknya cuma ke Depok. Akses Jakarta ke Depok dan sebaliknya nggak ditutup, bisa naik KRL, jadi gampang-gampang aja buat saya buat pulang ke rumah orangtua. Tapi, ya itu tadi, masalahnya bukan di aksesnya, tapi di ketidakyakinan saya kalau saya ini betul-betul sehat dan bisa ketemu sama orangtua di rumah. 


Foto Lebaran tahun 2017. Kayaknya sih ada foto tahun 2018 sama 2019, cuma nggak saya upload ke Instagram.

Anyhow, hari raya yang berlangsung di tengah pandemi di tahun ini mudah-mudahan bisa jadi pengingat buat kita semua, bahwa kita nggak seharusnya menganggap enteng setiap momen yang terjadi dalam hidup, sesering apapun momen itu kita alami. Karena kita nggak pernah tau, apakah kita akan mengalami momen yang sama lagi di masa depan atau tidak. Dan juga, semoga hari raya di tengah pandemi ini membuat batin kita jauh lebih kaya, dan mampu melihat bahwa di dalam situasi yang sulit pasti ada hal yang bisa kita syukuri karena bisa memberi terang. Saya akui saya bukan orang yang relijius, tapi mengalami semua ini bikin saya jadi lebih menghargai hidup yang saya jalani sekarang ini.

Dan, sekali lagi, tak pernah lelah saya mengucapkannya secara lisan maupun tulisan, semoga semua ini segera berlalu. 

No comments:

Post a Comment