Pejalanan dari Bagan ke Mandalay saya tempuh dengan naik bus, berangkatnya pagi dari terminal di Bagan dan perjalanan ditempuh dalam waktu 5 sampai 6 jam kalau nggak salah. Sempet berhenti buat makan siang di warung makan, sampai pada akhirnya sampai di Mandalay menjelang tengah hari. Perjalanannya lancar, busnya kecil, macam bus Joglosemar.
Sesampainya di Mandalay, saya langsung jalan-jalan setelah mandi dan ganti baju. Kayaknya waktu itu nggak pake makan siang, soalnya masih kenyang dari makanan yang dimakan pas perjalanan Bagan-Mandalay. Mandalay, tuh, lebih kayak Solo menurut saya, rame tapi nggak padet. Kondisi lalu lintasnya juga mirip-mirip, nggak banyak jalan besar, nggak macet juga. Kira-kira begini kondisi jalanan di Mandalay:
Yep, kemana-mana saya naik bajaj. Pesennya lewat aplikasi Grab. Pilihan ini saya ambil karena praktis dan nggak perlu repot-repot nyetir (kalau mau sewa motor atau kendaraan lain). Ongkosnya juga relatif terjangkau, 1,000 sampai 5,000 Kyat per perjalanan. Yaa, sedikit ngeluarin modal demi jalan-jalan yang nyaman gapapa lah ya. Kalo jalan-jalannya berdua lebih enak, biaya bisa ditanggung bersama-sama. 😁
Tujuan pertama selama di Mandalay adalah Sandamuni Pagoda, sebuah pagoda yang didominasi warna putih dengan aksen emas di beberapa tempat seperti di bagian utama pagoda. Masuknya gratis, harus lepas sepatu dan jaga tata krama karena biar gimanapun ini adalah tempat ibadah. Waktu saya ke sana nggak begitu ramai, jadi bisa keliling dengan puas dan ngambil beberapa foto.

Lanjut ke pagoda di deketnya Sandamuni, ada Kuthodaw Pagoda. Masuknya juga gratis, kayaknya pagoda ini lebih luas daripada Sandamuni, banyak spot menarik untuk dilihat dan dijelajahi. Waktu itu saya jalan kaki aja dari Sandamuni ke Kuthodaw, lumayan keringetan juga karena cuaca lagi terik. Tapi, nggak lama kemudian mendung, labil juga cuacanya kayak Jakarta.
Selesai berkeliling di Kuthodaw dan foto-foto sampai puas, saya beranjak ke Mandalay Hill sebelum hari gelap. Saya naik bajaj dari Kuthodaw ke kaki bukit Mandalay Hill. Perjalanan ke puncak Mandalay Hill ini kayak kena jebakan, karena saya nggak riset dulu gimana caranya menuju bukit ini sebelum memulai perjalanan. Saya naik tangga bener-bener dari bawah sampai ke puncak, padahal kita bisa naik bajaj ke pertengahan bukit, atau bahkan mendekati puncak bukit tanpa harus capek-capek mendaki. Saya agak kesel sih pas tau, tapi kalau nggak mendaki dari bawah saya nggak bisa ngeliat seluruh kuil yang tersebar dari kaki hingga puncak bukit. Berikut sedikit vlog yang saya bikin pas jelajah Mandalay hari pertama:
Selesai dari jalan-jalan di hari pertama, saya nemu rumah makan yang aduhai masakannya. Setelah makan makanan yang itu-itu aja selama di Bagan, bahagia rasanya nemu makanan enak dan porsinya banyak di Mandalay. Nemu jengkol pula! 😆
Selanjutnya, alias besok, (biar saya punya bahan buat nulis di 31 Hari Menulis), saya bakal ceritain gimana jalan-jalan ke Mingun, dan mengunjungi pagoda serba putih di sana.



No comments:
Post a Comment