Saya merasa punya banyak kenalan, teman cuma beberapa. Biasanya yang saya anggap temen deket adalah mereka yang udah bertahun-tahun kenal sama saya, jalan bareng-bareng di luar kewajiban (misalnya: kerjaan dan lain sebagainya), dan curhat-curhatan soal hal yang paling dianggap pribadi. Hal-hal yang bahkan (mungkin) gak dikasih tau ke orangtua kami masing-masing. Curhatan temen baik tuh mencakup cinta, kekhawatiran soal masa depan, sex, kebencian kepada orang tertentu, keluhan soal kerjaan, keluarga, dan macem-macem lainnya yang bisa panjang kalo dijelasin dalam tulisan ini.
Tapi menurut saya, status 'temen deket banget' baru bisa di-klaim kalo kita udah bisa curhat soal kondisi kesehatan. Ketika kita udah bisa cerita sisi vulnerable-nya kita ke orang lain.

Kedua, ada temen yang kenal penyakit menular seksual yang nggak bisa disembuhin. Dia nggak tau tertular dari siapa, cuma bisa menduga-duga. Pertama kali denger pengakuannya, saya speechless. Saya nggak tau harus ngomong apa, saya ngerasa sedih sekaligus nggak bedaya buat bantu kondisinya. Terus dia bilang, dia cuma mau cerita biar at least ada temennya yang tau kondisinya dia gimana. Sepengetahuan saya, orang bisa hidup berdampingan dengan penyakit itu, tapi bukan tanpa ancaman. Dia bisa aja collapse kalo terinfeksi penyakit lain, karena imun tubuhnya udah bekerja keras, jadi kalo ada virus lain yang masuk ke badannya dia bisa aja tumbang.
Ketiga dan yang baru-baru ini terjadi, temen saya punya masalah sama penglihatannya. Pendarahan internal bikin matanya cuma bisa melihat sekian persen. Update terakhir dari dia, dokter menduga hal-hal yang bikin saya literally nangis. Pendarahan yang bikin penglihatannya terganggu diduga akibat tumor atau kanker, meski kemungkinan itu masih perlu penyelidikan lebih lanjut. I cannot bear with the fact that, temen saya dihadapkan oleh penyakit yang bisa bikin dia kehilangan penglihatan. Bahkan kehilangan nyawa. Mengetahui fakta ini, saya yang suka overthinking langsung ngebayangin skenario terburuk. Di sisi lain, saya nggak bisa berbuat banyak kecuali kasih semangat ke dia, kasih afirmasi positif kalo semuanya bakal baik-baik aja, padahal saya nggak tau apa-apa. Saya nggak tau, apa iya semuanya bakal baik-baik aja?

I can only hope that they're successfully win their battle, gloriously. And I hope that I can be one tiny light that can make their life brighter, even just for a little bit, to support them throughout the journey to freedom, whatever freedom means.
No comments:
Post a Comment