Kita pasti sering denger "expectation kills" atau "if you don's expect something, you don't get disappointed" dan lain sebagainya. Emang bener, manusia harusnya cuma bikin rencana dan berupaya. Hasilnya gak perlu dipikirin, apalagi dipusingin. Saya ingin hal itu yang terjadi tiap kali saya kirim lamaran kerja, ya berusaha bikin lamaran sebaik mungkin aja, kalo dipanggil ya syukur, enggak juga gak papa. Tapi, saya cuma manusia biasa yang sekarang lagi harap-harap cemas. Umur udah nggak lagi muda tapi baru aja kehilangan pekerjaan, jadi mau-gak mau saya berekspektasi meski seringnya kecewa sendiri.
Ada lagi kata-kata yang nancep di pikiran adalah "rumput tetangga lebih hijau" atau "it's hard to see someone else living your dream". I really want a great job which pays me very well, punya uang yang cukup hingga bisa afford semua keinginan saya yang belum bisa kesampaian. Saya juga pengen kerja di luar negeri, di perusahaan yang bagus, atau kuliah lagi di luar negeri, punya pendidikan lebih tinggi. Tapi kayaknya semua keinginan saya bagai berada di langit yang tinggi, sementara saya ada di tanah dan nggak punya kemampuan buat terbang.
Lalu ada kalimat "everything takes time" atau "semua indah pada waktunya". Mau percaya tapi tagihan cicilan terus jalan, nggak peduli kitanya ada pemasukan apa enggak. I need that indah now, I want the time to be fast-forwarded.

Beli sepatu sama baju olahraganya udah, tinggal niat olahraganya yang belom 'nendang'. Pikiran buat daftar gym udah ada, tapi trauma sama kisah 'jadi donatur' di dua membership sebelumnya. Beli walkpad bukan pilihan ya, soalnya mahal. Tapi membership gym juga jutaan sih. Ah bingung!
No comments:
Post a Comment