02/11/2011

It's Okay Not To Be Okay, Isn't It?

We all have things we don't talk about
April Kepner - Greys Anatomy S07E03.
Saya punya teman, sangat dekat, melebihi kedekatan saya dan kakak saya. Beberapa orang punya kedekatan yang unik dengan orang lain dibandingkan dengan saudara sendiri. Saya salah satunya. Kami berbagi banyak hal. Kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, apapun yang bisa dibagi. Saya merasa tidak ada batasan yang menghalangi saya dan teman saya itu, tidak sebelum saya tahu bahwa ada hal-hal yang tidak dia ceritakan kepada saya. Lebih tepatnya, dia memilih untuk tidak menceritakannya kepada saya.

Kadang saya susah menerimanya. Bagaimana mungkin orang yang lebih dekat daripada saudara sendiri bisa menyimpan sesuatu satu sama lain? Saya mengoreksi diri saya sendiri. Apakah saya juga menyembunyikan sesuatu dari teman-teman dekat saya? Saya rasa tidak.

Tidak sebelum saya tahu bahwa saya juga punya hal-hal yang tidak ingin saya bicarakan. Saya punya hal-hal yang tidak bisa saya ungkapkan secara langsung dan memilih untuk memendamnya. Membiarkannya membatu. Saya biarkan hal itu jadi hal yang tidak akan saya ingat. Sampai akhirnya hal yang membatu itu terlalu sakit untuk disimpan di dalam hati, terlalu besar dan berat untuk bisa disembunyikan.

Saya takut perpisahan. Saya menangisi perpisahan, saya mengutuknya, tapi perpisahan tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari kehidupan semua orang, termasuk saya.

Untuk kamu yang selama lima tahun ini telah ada di dalam kehidupan saya, untuk kamu yang selama bertahun-tahun selalu ada di ujung jalan dan menyambut saya saat saya merasa kelelahan setelah melalui jalan yang begitu panjang, untuk kamu yang selama ini selalu ada di ujung jari saya ketika saya ingin berbagi kebahagiaan, untuk kamu yang mengambil bagian besar atas tangisan saya tentang cinta dan lain sebagainya. Saya takut berpisah dari kamu.

Saya takut untuk membaca kemungkinan kalau saya tidak bisa dengan mudah menikmati senyumanmu, menertawai keluguanmu. Saya tidak bisa menerima kenyataan bahwa kebersamaan denganmu menjadi suatu hal yang langka, menjadi lebih mahal daripada biasanya. Saya kira saya tidak akan sanggup jika saya harus memberi tanda pada kalender untuk mengetahui berapa hari lagi saya harus menunggu hanya untuk sekedar bertemu denganmu. Saya benci untuk menjadi cengeng hanya karena ruang dan jarak.

Secara mudah, saya ketakutan. Saya luar biasa sedih.

Kamu bukan sesuatu yang mudah ditemukan, kamu bukan sesuatu yang bisa dengan gampang dicari. Saya telah mendapatkan kamu, lalu kenapa saya harus menjauhkan apa yang begitu berharga buat saya?

Saya takut membicarakan hal ini. Saya tidak mau terdengar lemah, cengeng, pengecut, tapi saya benar-benar takut. Seakan-akan saya tidak mau dunia mengingatkan saya bahwa ada hal yang harus saya khawatirkan. Terakhir kali kita begitu jauh, saya hampir kehilangan kamu dan itu sangat menyakitkan. Terakhir kali saya berada di belahan dunia lain, berbeda jarak dan waktu denganmu, saya dilanda kerinduan. Saya dilanda kebingungan. Saya mencari cara untuk berhubungan denganmu, secara langsung bercengkrama denganmu.

Untuk kamu yang pergi untuk kebaikanmu, saya bisa menunggu di sini dengan tidak membicarakan kenyataan bahwa saya terpisah jauh dari kamu.

No comments:

Post a Comment