24/12/2011

Malem Tahun Baru Kemana?

Pasti judul post ini bakalan jadi pertanyaan yang sering ditanya sama beberapa teman selain: "Bar, kamu kok ganteng? Rahasianya apa?" dan jawaban saya kalau dikasih pertanyaan kayak gitu adalah: "Malem tahun baru saya siaran. Kerja." yang akan disambut dengan: "Hiiih malem tahun baru kok malah kerja!"

Well, in that case, saya merasa beruntung karena dapet jadwal siaran pas malem tahun baru. You wanna know why? Karena saya nggak betah berada di kerumunan malam tahun baru yang kira-kira bakalan kayak gini:

foto diambil dari sini

Foto di atas diambil pas event pawiwahan ageng beberapa waktu yang lalu, but believe me, suasana tahun baru di Malioboro sama persis kayak gitu, cuma beda siang & malem aja. Belom lagi di titik nol kilometer, isinya manusia semua. Saya nggak suka keramaian yang berlebihan kayak gitu.
Okelah pilihan untuk tahun baruan di Jogja nggak melulu di Malioboro, bisa aja di tempat yang lebih sepi kayak di pantai atau di gunung. Tahun kemarin saya melewatkan malam pergantian tahun di Kaliurang, bertiga, lumayan sepi, tapi karena sepi itulah saya nggak bisa menikmati kembang api yang bener-bener bagus dan megah. Saking jauhnya, dari Kaliurang cuma bisa liat kembang api yang disiapin sama para penyewa villa di sana. I mean, siapa sih yang nggak mau nonton kembang api keren kayak gini:


Sepengetahuan saya, kembang api kayak gambar di atas cuma bisa dinikmati di pusat kota. Kawasan Malioboro atau titik nol kilometer di Jogja. Saya pernah melewatkan malam pergantian tahun di kawasan nol kilometer, waktu itu masih aktif di Paguyuban Dimas Diajeng Yogyakarta, saya ikutan bikin acara malam tahun baru di Pelataran Monumen Serangan Oemoem 1 Maret. It was exhausting. Ramenya naudzubillah. Kurang lebih sama kayak foto pas pawiwahan ageng di atas.
Melewatkan malam pergantian tahun dengan pesta? Dugem? Itu juga saya udah pernah. Kalau nggak salah tiga atau empat tahun yang lalu. Saya dan beberapa teman dari kantor lama meluncur bareng-bareng ke tempat disko cuma buat dempet-dempetan. Hampir nggak bisa bergerak. Oiya, tahun baru yang lalu saya juga sempet mampir ke klab sepulang dari Kaliurang. Rame, tapi nggak serame pengalaman pertama saya tahun baruan di klab. Kayaknya orang-orang makin sadar bagaimana cara memaknai malam tahun baru dengan lebih sederhana kali ya.

Kesimpulannya, nggak masalah saya melewatkan malam tahun baru dengan siaran, daripada berdesak-desakkan di kerumunan manusia yang nggak dikenal. Apalagi harus bertukar keringat. Siaran malam tahun baru kayaknya masih jauh lebih menyenangkan karena di kantor baru dan dengan suasana yang berbeda. Sekarang ini, yang paling penting adalah menyiapkan konten acara malam tahun baru minggu depan. Apa ya yang seru? Ada ide?

No comments:

Post a Comment