28/01/2012

Malam Minggu dengan Perasaan yang Kelabu

Kalo nggak alay, pasti beberapa orang menganggap judul postingan kali ini sangatlah melayu. Nggak ada salahnya, saya juga sebenernya nggak begitu mementingkan judul post, soalnya selalu nggak pernah bisa menentukan judul yang pas. Satu-satunya yang pas antara judul di atas adalah suasana hati ini.

Jadi yah, beberapa waktu yang lalu, saat saya lagi punya banyak waktu luang, saya browsing via Facebook. Klik sana ke sini, buka profile ini dan itu, lalu sampailah saya pada beberapa profile teman lama saya. Teman SMP, teman SMA, sampai teman kuliah. Mereka berkembang. Mereka nggak jalan di tempat.

Lalu, saya browsing lagi dan lagi. Satu per satu bikin saya iri. Bikin saya kecil dan minder. Saya nih lho nggak kemana-mana, masih berstatus mahasiswa dan masih berkecimpung di pekerjaan yang sama. Pekerjaan yang aman dan bisa saya lakukan tanpa harus belajar dari awal lagi. Saya yang sekarang ini kayaknya terisolasi sama yang namanya zona nyaman. Nggak pengen kemana-mana. Kalopun udah nggak berstatus mahasiswa lagi, saya ini ya maunya cuma di sini aja. Mungkin untuk sementara, mungkin untuk waktu yang lebih lama. Mungkin itu kali ya yang bikin saya nggak kemana-mana selama ini. Masih diam di tempat.

Beberapa kali saya berusaha buat membela diri dengan kalimat: biar kata saya ini cuma diam di tempat, tapi nggak semua orang bisa punya pengalaman-pengalaman yang saya punya. Tapi kemudian saya sampai pada pemikiran: saya tuh pengen kerja di sektor formal juga, jadi orang kantoran dengan dinamika pekerjaan yang menyenangkan. Lalu, saya kembali ke prinsip awal hidup saya: saya nggak mau cuma dikenal sebagai seorang pegawai kantoran yang kerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, saya pengen jadi lebih dari itu. Lebih besar. Kemudian, hal itu berujung pada kesimpulan: jangan terburu-buru, susun strategi sambil menikmati apa yang ada di depan mata aja, hal besar itu pasti bakal datang suatu saat nanti. Nah, kesimpulan akhir tadi menciptakan saya yang nggak kemana-mana. Saya yang terlalu lama menyusun strategi sampai akhirnya strategi itu jadi basi. Saya yang terlalu menikmati posisi saya sekarang ini. Ya di sini ini.

Lalu muncul satu gambar hasil browsing dengan kata kunci 'life movement' di Google:


Menciptakan sesuatu itu butuh proses, butuh tahapan yang nggak boleh disingkat. Kalo disingkat, nanti jadi sesuatu yang nggak bagus. Maka dari itu, sekarang saya mau lebih meningkatkan jumlah apa saja yang sudah saya ciptakan dalam hidup saya. Dalam diri saya. Don't need to be hurry, pelan-pelan nggak apa-apa asal pasti.

No comments:

Post a Comment