26/04/2016

Pes·si·mis·tic



Dulu lagu cinta, ungkapan patah hati, musik yang mewakili perasaan galau, identik sama pop bertempo medium slow hingga slow yang liriknya kayak nusuk-nusuk dada sampe tembus ke punggung. Kadang, ada band rock yang juga bikin musik serupa, apalagi emo yang lagu-lagunya mostly cengeng dan ungkapan kekesalan yang intinya nggak puas sama hidup. Sekarang, lirik galau juga bisa didengerin lewat lagu-lagu yang dirilis oleh seorang DJ.

Iya, yang suka bikin lagu pesta itu.

Contohlah lagu di atas, lagu jatuh cinta yang harapannya tinggi banget. Secara lirik, dan secara yang nyanyi adalah seorang wanita, kayaknya si penyanyi pengen menunjukkan sisi vulnerable nya jatuh cinta, dan untungnya dengan bagus dikemas oleh Chainsmokers jadi lagu EDM yang asik.



Lalu, ada juga Middle yang digarap sama DJ Snake bekerjasama dengan Bipolar Sunshine. Ini lagu sedih. Lagu putus cinta. Lagu orang yang mau diputusin. Kalau diperhatiin liriknya, kamu bakal setuju kalau putus tanpa adanya konflik itu menyakitkan buat satu pihak, it all seems okay but the fact it's not okay at all.

That's the thing about relationship. Ketika kamu jatuh cinta dan ingin menjalin sebuah hubungan, kamu seakan-akan menyerahkan setengah dari diri kamu ke orang lain. Berharap orang yang bersangkutan nggak bakal melepaskan pegangannya, berusaha yakin kalau nggak bakal jatuh atau jadi jauh. Menaruh semua modal untuk berjudi dengan perasaan, dengan harapan memenangkan kebahagiaan.

Jika dalam memulai suatu hubungan kedua pihak harus sepakat buat menjalin komitmen, maka beda ceritanya ketika cinta udah sampai batas akhir. Dalam hubungan dua manusia, ada saatnya kedua pihak merasa tak ada lagi yang pantas dipertahankan. Kadang-kadang, cuma butuh salah satu saja yang berpikiran begitu, kemudian hubungan berakhir. 

Sumber: Liputan 9
Jika sudah dikecewakan orang yang pernah bilang nggak bakal ninggalin kamu, bakal menempatkanmu di bagian atas daftar prioritasnya, bakal memperjuangkan kamu, dan serangkaian janji manis lainnya, apa berlebihan kalau akhirnya ada orang yang pesimis sama komitmen? Kalau pada akhirnya cuma bisa bergantung pada diri sendiri untuk jadi bahagia, buat apa kemudian susah payah membagi diri ke orang lain?

It's not a post about music after all.

No comments:

Post a Comment