Jauh setelah saya menghapal Pancasila, mengerti apa itu politik, dan mengetahui kalau unicorn itu nggak ada di dunia nyata, saya mengenal apa itu cinta. Mulai dari yang naif, yang bercanda, sampai yang benar-benar cinta. Lalu, saya mengenal atribut dari jatuh cinta. Mulai yang membingungkan, rasa rindu yang nggak bisa dideskripsikan dengan pasti, sampai yang tragis yaitu patah hati.
Nggak semuanya saya hadapi dengan baik, beberapa saya hadapi dengan pahit. Suatu ketika, saat saya merasakan patah hati yang amat sangat, saya merasa jadi manusia paling malang di dunia, padahal mah enggak, masih ada banyak manusia yang lebih kurang beruntung daripada saya pada saat itu. At that time, I thought I hit rock bottom.
Aneh, mengingat betapa sesuatu yang sering digambarkan indah bisa bikin kamu jadi merasa seperti sampah. Perasaanmu nggak karuan, otakmu jadi tumpul, belum lagi semua hal seakan-akan mengingatkanmu pada orang yang membuatmu patah hati.
Mungkin itu yang namanya manusia, bisa jadi kita adalah makhluk yang (katanya) diciptakan paling sempurna, tapi ternyata jatuh cinta bisa bikin manusia jadi makhluk paling lemah se-alam semesta.
Patah hati, atau putus cinta, juga bisa bikin orang jadi luar biasa puitis. Kemudian, kesedihan ini menjadi bisnis yang menjanjikan. Betapa banyak lagu di luar sana yang dirilis, yang bercerita soal patah hati atau putus cinta. Betapa banyak film di luar sana yang bercerita soal cinta yang usai, atau... cinta yang nggak tercapai.
Mengenai cinta yang tak tercapai, saya pernah dengar ada yang bilang bahwa kita, manusia, nggak bisa memilih dengan siapa akan jatuh cinta. Ya jatuh aja gitu. Terlepas orang yang kita taksir akan membalas perasaan kita apa enggak, semuanya di luar kendari kita, manusia. Coba lihat ini dari sudut pandang dirimu sendiri, kemungkinan besar kamu bakal merasa kecewa kalau orang yang kamu taksir nggak membalas perasaanmu. Sekarang, coba lihat ini dari sudut pandang orang yang kamu taksir, dia juga nggak bisa memilih dengan siapa dia jatuh cinta. Kalau dia nggak cinta sama kamu, nggak bakal bisa dipaksa.
Jadi, kalau lagi deket sama seseorang, dan kamu merasakan benih-benih cinta di antara kalian berdua, jangan keburu percaya diri dia bakal membalas perasaanmu dengan hal yang sama. Pun kalau kamu berdua sudah dekat selama beberapa waktu, dan lampu hijau sepertinya sudah menyala terang untuk hubungan kalian berdua, milikilah rasa khawatir dan bahwa yang kalian jalani hanya senang-senang semata. Bisa saja, tiba-tiba dia pergi karena sudah tak menemukan kesenangan dari hubungan kalian berdua yang, tanpa kamu sadari, berjalan tanpa adanya status.
Cinta itu gelap, penuh jebakan, penuh ketidakpastian.
No comments:
Post a Comment